Sabtu, 23 April 2011

American Idol

Diposting oleh nadiia di 00.04 0 komentar
Hi guys long time no see haha ,
udah lama nih ga nulis blog pengen bahas AI deh , ya American Idol pasti pada tau kan .
Terakhir gue bahas pas Naima sama Thia yang pulang . Dan ga lama Pia nyusul huhu sedih banget and ga nyangka secara Pia suaranya khas and bagus banget mirip Celine Dion tapi harus out apalagi dia ga pernah dapet bad comment dari juri juri hem tapi udah nasib kali ya Pia jadi harus pulang hiks hiks .
Dan abis Pia pulang akhirnya yang keluar bukan cewe lagi setelah , ashton , karen , thia , naima , pia akhirnya Paul jadi kontestan cowo pertama yang pulang haha
Gpp deh Paul suaranya emang khas and dia punya gokil style haha tapi dia harus out kemaren . We'll see siapa lagi yang akan pulang minggu ini hemmm ....




Jumat, 22 April 2011

Complicated Holiday in Dufann

Diposting oleh nadiia di 23.37 1 komentar
Hi guys gimana liburan kalian buat anak kelas dua , dan gimana UNnya buat anak kelas 3 , hem semoga semua anak kelas 3 SMA dan SMP Indonesia pada lulus deh yaa , AMIN !
Liburan UN kemaren gue ke dufan sama BF gue hehe , tadinya mau rame-rame tapi jadi Cuma berdua doangdeh , kesananya ngeteng naik bus and busway . Untungnya ga terlalu rame tapi lumayan rame gara-gara libur UN . Seru banget disana main and teriak sepuaspuasnya haha , tapi sayang kemaren wahana arung jeram lagi ga buka padahal pengen banget main arung jeram tapi gapapa deh yg penting seru .
Nyobain wahana baru hysteria gokil sumpah pas turunnya bener bener melayang anjrit untung cuma bentar ckckck Ini dia serunya gue di dufan




Kamis, 14 April 2011

Lady Gaga - Born This Way

Diposting oleh nadiia di 00.28 0 komentar
 
Lady Gaga Born This Way ,
an amzing videos with hot and sexy pose of Lady Gaga

Liburan Asyik

Diposting oleh nadiia di 00.09 0 komentar
Pulau Komodo terletak di Nusa Tenggara Barat,yaitu bagian timur Indonesia. Binatang yang tercatat sebagai reptile terbesar, bernama Komodo, berada di pulau ini gan.Tempat ini merupakan lokasi wisata yang bagus bagi wisatawan yang ingin merasakan petualangan alam dengan melihat Komodo.


10.Pulau Komodo
Komodo ini biasa disebut wisatawan asing sebagai The Real Life Dragons.Bentuk permukaan pulau Komodo juga unik, ada padang gurun, rumput, maupun perbukitan.Sekitar 1200 spesies komodo hidup di pulau ini.
4cf23a7389


9. TANGKUBAN PERAHU
tangkuban-perahu
salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia.Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung,dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter.Bentuk gunung ini adalah Maar atau perisai yang telah meletus 400 tahun lalu.
tb2
Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit,hutan Dipterokarp Atas,hutan Montane,dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.Gunung Tangkuban Parahu merupakan Kawasan Gunung merapi yang masih aktif.
legenda-sangkuriang
Asal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang,yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi.



8. PANTAI PANGANDARAN
east-beach-pangandaran


Pantai Indah Pangandaran adalah salah satu objek wisata pantai di Jawa Barat.Pantai ini terletak di Desa Pananjung,Kecamatan Pangandaran dengan jarak ± 92 km arah selatan kota Ciamis.
_w500h375_paper-gallery-img3477_pangandaranbeachaftertsunamiphotobybambangwijanarko


* Pantainya landai dengan air yang jernih serta jarak antara pasang dan surut relatif lama sehingga memungkinkan kita untuk berenang dengan aman
* Terdapat pantai dengan hamparan pasir putih dan juga tersedia tim penyelamat wisata pantai
* Terdapat taman laut dengan ikan-ikan dan kehidupan laut yang mempesona
bule-layangan1
Banyak event unik yang berada di Pangandaran, salah satunya adalah Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) dengan berbagai kegiatan pendukungnya yang bisa kita saksikan pada tiap bulan Juni atau Juli.


7. TAMAN MINI INDONESIA INDAH
taman-mini-2
Taman Mini Indonesia adalah suatu miniatur yang memuat kelengkapan Indonesia dengan segala isinya ini dicetuskan oleh Ibu Negara, Siti Hartinah, yang lebih dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto. Berbagai macam rumah daerah dan berbagai macam kebudayaan Indonesia terangkum disini, sehingga memudahkan wisatawan untuk melihat overview dari Indonesia.



6. TAMAN IMPIAN JAYA ANCOL
logo_ancol
Sebagai kawasan wisata, Taman Impian Jaya Ancol ternyata sudah berdiri sejak abad ke-17. Waktu itu, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Adriaan Valckenier, memiliki rumah peristirahatan sangat indah di tepi pantai. Seiring perjalanan waktu, kawasan itu kemudian berkembang menjadi tempat wisata.
garuda3
TIJA merupakan Taman hiburan terbesar di Indonesia. Berbagai Arena hiburan tersedia di kawasan Ancol. Tidak kalah hotel² pun berada di kawasan Ancol untuk melengkapi fasilitas hiburan di Ancol.



5. BUNAKEN
bunaken-reef
Bunaken adalah sebuah pulau seluas 8,08 km² di Teluk Manado, yang terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia.
Pulau ini merupakan bagian dari kota Manado, ibu kota provinsi Sulawesi Utara, Indonesia. Di sekitar pulau Bunaken terdapat taman laut Bunaken yang merupakan bagian dari Taman Nasional Kelautan Manado Tua. Taman laut ini memiliki biodiversitas kelautan salah satu yang tertinggi di dunia. Selam scuba menarik banyak pengunjung ke pulau ini. Secara keseluruhan taman laut Bunaken meliputi area seluas 75.265 hektar dengan lima pulau yang berada di dalamnya, yakni Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen, Pulau Mantehage berikut beberapa anak pulaunya, dan Pulau Naen. Meskipun meliputi area 75.265 hektar, lokasi penyelaman (diving) hanya terbatas di masing-masing pantai yang mengelilingi kelima pulau itu.



4. PANTAI SENGGIGI
Pantai Senggigi adalah tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali.
3234071-a_perfect_sunset_at_senggigi_c_ukirsari-pulau_lombok
Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah ditengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.



3. BOROBUDUR
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Lokasi candi adalah kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
borobudur-in-full-color


2.DANAU TOBA
toba
Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran luas 100km x 30km di Sumatera Utara, Sumatera, Indonesia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.
lake-toba
Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.


1.KUTA (BALI)
kuta
Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di kabupaten Badung.
kuta2
Daerah ini merupakan sebuah destinasi turis mancanegara yang sangat termasyhur. Di Kuta sendiri banyak terdapat pertokoan, restoran dan tempat permandian serta menjemur diri. Pantai Kuta sering pula disebut sebagai Sunset Beach atau pantai matahari terbenam sebagai lawan dari pantai Sanur. Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai terletak tidak jauh dari Kuta.
kuta-beach-1

Sabtu, 09 April 2011

Film wajib nonton taun ini !

Diposting oleh nadiia di 02.58 0 komentar
FREE DOWNLOAD FILM TERBARU 2011 - Daftar Film Hollywood Terbaru 2011 Film Paling Ditunggu Tahun 2011. Ada banyak film yang akan hadir pada 2011 ini, mulai dari sekuel hingga adaptasi. Lihat Video Youtube Film Twilight Saga Breaking Dawn Penuh Adegan Vulgar dan Tanpa Busana.

Ini dia, sepuluh film karya sineas Hollywood yang paling dinanti-nantikan kehadirannya di bioskop tahun ini daftar film Hollywood paling ditunggu 2011:

1. Battle: Los Angeles (11 Maret)
Sutradara: Jonathan Liebesman, Pemain: Michelle Rodriguez, Aaron Eckhart

Film soal invasi makhluk asing ke bumi bukan sesuatu yang baru. Namun, Jonathan Liebesman yang sebelumnya sukses dengan 'The Texas Chainsaw Massacre: The Beginning' berusaha untuk menyajikan pertempuran besar antara manusia melawan alien yang berbeda dari sebelumnya. Film ini terinsprirasi dari kejadian nyata pada 25 Februari 1942 di Los Angeles, Amerika Serikat. Saat itu, warga Los Angeles sempat ketakutan oleh beberapa benda asing terlihat melayang di langit.

2. Red Riding Hood (11 Maret)
Sutradara: Catherine Hardwicke, Pemain: Amanda Seyfried, Gary Oldman

'Red Riding Hood' merupakan film horor yang diadaptasi dari dongeng 'Little Red Riding Hood'. Film ini menampilkan kisah Valerie yang jatuh cinta kepada seorang pemuda yang desanya mendapat teror dari werewolf.

3. Sucker Punch (25 Maret)
Sutradara: Zack Snyder, Pemain: Emily Browning, Abbie Cornish, Jena Malone, Vanessa Hudgens

Zack Snyder menyebut film garapannya ini sebagai versi Alice in Wonderland dengan senapan mesin. Snyder adalah sutradara yang sebelumnya sukses dengan 'Dawn of the Dead', '300' dan 'Watchmen'. So, bisa dipastikan film ini bakal menyajikan gambar-gambar yang fantastis.

4. Scream 4 (15 April)
Sutradara: Wes Craven, Pemain: Neve Campbell, Courteney Cox, David Arquette

Setelah sepuluh tahun, pembunuh bertopeng akhirnya kembali menebar terornya. 'Scream 4' pun disebut-sebut sebagai babak baru dari seri 'Scream'.

5. Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides (20 Mei)
Sutradara: Rob Marshall, Pemain: Johnny Depp, Penelope Cruz

Orlando Bloom dan Keira Knightley tidak akan hadir di 'Pirates of the Caribbean: On Stranger Tides'. Namun, kehadiran Penelope Cruz dipastikan akan menyajikan suasana baru di film sekuel bajak laut ini. Kali ini, Cruz akan mendampingi Johnny Depp untuk memecahkan misteri air mancur yang bisa membuat orang awet muda.

6. The Hangover 2 (26 Mei)
Sutradara: Todd Phillips, Pemain: Bradley Cooper, Ed Helms, Zach Galifianakis dan Justin Bartha

Kegilaan apa lagi yang akan ditampilkan Todd Phillips di sekuel 'Hangover'? Setelah gila-gilaan di Las Vegas, Phil, Stu, Alan dan Doug terbang ke Bangkok, Thailand untuk pernikahan Stu.

7. Kung Fu Panda 2 (27 Mei)
Sutradara: Jennifer Yuh Nelson, Pengisi Suara: Jack Black, Dustin Hoffman, Jackie Chan, Angelina Jolie, Lucy Liu

Anda pasti sudah tidak sabar untuk menyaksikan film animasi yang satu ini. Setelah menundukkan Tai Lung, kali ini Po harus berhadapan dengan Lord Shen yang memiliki senjata rahasia untuk menghancurkan dunia kung fu.

8. The Tree of Life (27 Mei)
Sutradara: Terrence Malick, Pemain: Brad Pitt, Sean Penn, Jessica Chastain

Jika melihat bintang utamanya, 'The Tree of Life' yang ber-genre drama fantasi pasti sayang untuk dilewatkan. Ini pertama kalinya Pitt dan Penn berada dalam satu layar.

9. Transformers: Dark of the Moon (1 Juli)
Sutradara: Michael Bay, Pemain: Shia LaBeouf, Rosie Huntington-Whiteley

Michael Bay mengaku 'Transformers: Revenge of the Fallen' memiliki banyak kekurangan. Bay pun berjanji akan menyajikan sesuatu yang lebih ciamik di 'Transformers: Dark of the Moon'. Mungkin Anda akan sedikit kecewa karena Megan Fox tidak hadir di film ini, tapi tenang saja Rosie Huntington-Whiteley dipastikan akan lebih seksi ketimbang Fox. 'Transformers: Dark of the Moon' akan menyajikan mitologi Autobots, dan sejarah Decepticons.

10. Final Destination 5 (26 Agustus)
Sutradara: Steven Quale, Pemain: Nicholas D'Agosto, Emma Bell

Steven Quale ikut membantu James Cameron dalam 'Avatar'. Oleh karena itu, Quale berjanji akan menampilkan teknologi 3D yang lebih baik dari 'The Final Destination'. 'Final Destination 5' masih menampilkan kisah sekumpulan pemuda yang harus menghadapi kematian. detik.com

Film Hollywood 2011, Daftar Film Hollywood Terbaru 2011, Film Holluwood Paling Ditunggu Tahun 2011, Free Download Film Terbaru, Gratis Film 2011, List Film Terbaik, Artis Hollywood

Membedah Hukum Perkawinan Beda Agama: Perspektif Ushul fikih

Diposting oleh nadiia di 02.52 0 komentar

 January 19, 2011

Filed under: Esai — IRIndonesia @ 1:34 am
Tags: ,
Oleh: Asnawi Ihsan
Direktur Pusat Kajian Hati Yayasan Indonesia Bahagia

Setelah dalam kurun waktu lima tahun menjadi konsultan perkawinan beda agama, bergelut dengan berbagai persoalan seputar perkawinan beda agama, kali ini saya kembali mengulas hukum perkawinan beda agama atau pernikahan beda agama dengan pendekatan filsafat hukum Islam atau dalam diskursus ilmu-ilmu keislaman disebut dengan ushul fikih. Di bagian akhir, saya akan sedikit mengulas argumentasi mengapa perkawinan beda agama masih bisa dilakukan secara sah di Indonesia.
Dalam beberapa literatur yang dulu saya pelajari baik ketika masih di pesantren, atau ketika saya mengambil kuliah hukum Islam (Syariah) sekaligus dalam penelitian yang saya lakukan ketika menyelesaikan studi S1, hasilnya adalah saya menemukan fakta dimana para ulama tidak berada dalam kesamaan pendapat mengenai hukum perkawinan beda agama. Ada yang mengharamkan secara mutlak, ada yang membolehkan dengan syarat, dan adapula yang membolehkan dengan sangat longgar.
Pertama, ada pendapat yang mengatakan bahwa perkawinan beda agama haram secara mutlak, baik untuk laki-laki muslim ataupun untuk perempuan muslim. Baik terhadap ahli kitab ataupun terhadap non ahli kitab. Meskipun nantinya seputar definisi ahli kitab, para ulama juga tidak lagi bersepakat dalam satu pemahaman yang sama.
Kedua, Saya menemukan juga pendapat ulama yang mengatakan bahwa perkawinan beda agama dibolehkan tapi dengan syarat, hanya untuk pria muslim dan hanya kepada perempuan ahli kitab. sementara bagi perempuan muslim tidak dibolehkan menikah beda agama. juga pria muslim tidak boleh menikah dengan perempuan non ahli kitab.
Ketiga, secara mengejutkan, saya juga menemukan pendapat ulama yang menempatkan agama dalam posisi setara sehingga kemudian juga pada akhirnya mereka membolehkan perkawinan beda agama, baik untuk pria muslim maupun untuk perempuan muslim. baik terhadap ahli kitab maupun terhadap non ahli kitab.
Hemat saya, ketiga pendapat itu adalah hasil pemikiran para ulama yang harus dihormati dan dihargai. semuanya merujuk kepada alquran dan hadis, serta menggunakan epistimologi yang sah dalam disiplin hukum Islam dalam hal ini Ushul fikih dan Qawaidul fiqh. Perbedaan yang terjadi sesungguhnya terletak pada persoalan metodologi yang digunakan. Begitupun nantinya pendapat hukum perkawinana beda agama yang kemudian kita pilih, itu hanya salah satu pendapat hukum yang ada diantara sekian banyak hazanah yang ada dalam dinamika perjalanan sejarah hukum Islam dari masa ke masa.
Mari kita kaji satu persatu masing-masing pendapat yang berkembang mengenai hukum perkawinan beda agama.
Pendapat yang mengharamkan secara mutlak adalah pendapat para ulama yang dalam mengkaji ayat-ayat seputar perkawinan beda agama dengan berpegang pada pendekatan Nasikh-Mansukh ditambah dengan pendekatan Ithlaqullafdzi. Dengan pendekatan Nasikh-Mansukh, ayat yang menyatakan kebolehan perkawinan beda agama bagi pria muslim terhadap perempuan ahlu kitab sebagaimana termaktub dalam surat al-Maidah ayat 5 dianulir/dibatalkan dengan ayat yang menyatakan bahwa pria muslim dilarang menikah dengan perempuan musyrik sebagaimana termaktub dalam surat al-Baqarah ayat 221. Begitupun dengan pendekatan ithlaqullafdzi, Maka kata musyrikina (pria-pria musyrik) dan musyrikaat (perempuan-perempuan musyrik)diyakini bermakna mutlak, sehingga mencakup seluruh manusia yang menyekutukan Allah. Bagi kelompok ini, seluruh manusia yang beragama selain agama Islam, dalam konteks sekarang, masuk dalam kategori ini. Sehingga, Pernikahan dengan siapapun orang di luar Islam hukumnya haram.
Bagi ulama yang membolehkan pernikahan beda agama terbatas hanya untuk pria muslim dengan perempuan ahli kitab, mereka menggunakan pendekatan takhsis ayat bil ayat. Ayat yang melarang pernikahan beda agama secara umum kepada semua perempuan musyrik dalam surat Al-Baqarah 221 sebenarnya tidak mencakup perempuan ahli kitab meskipun mereka dalam keimanannya telah terkontaminasi dengan konsep keimanan yang menjurus kepada kemuyrikan. Alasannya karena dalam ayat lain, yaitu surat al-Maidah ayat 5 dinyatakan kebolehan menikah dengan mereka. Artinya, Surat al-Maidah ayat 5 ini memberikan pengkhususan (takhsis)bahwa larangan menikah dengan perempuan musyrik dalam surat Al-Baqarah ayat 221 tidak berlaku terhadap perempuan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani).
Sementara pendapat yang membolehkan perkawinan beda agama baik untuk laki-laki atau perempuan muslim, baik terhadap ahli kitab maupun non ahli kitab, mereka menggunakan pendekatan Al’-ibratu bikhususissabab la bi umumillafdz, Intinya, hukum hanya dapat diberlakukan terhadap sebab yang spesifik, tidak untuk teks yang umum. Menurut mereka, Surat Al-Baqarah ayat 221, yang melarang bagi pria muslim menikah dengan perempuan musyrik begitupun perempuan muslim dengan pria musyrik, tidak bisa diberlakukan secara umum kepada semua perempuan atau pria musyrik. Alasannya, jika dikaji dengan pendekatan kronologis turunnya ayat (asbab an-nuzul) ditemukan fakta bahwa sebab spesifik turunnya ayat itu adalah larangan menikah dengan manusia yang berasal dari komunitas musyrik arab (kaum Jahiliyyah). Dengan pendekatan kaidah “hukum hanya bisa mengikat dan menjangkau sebab yang spesifik dan tidak bisa menjangkau keseluruhan teks yang umum”, maka larangan menikah beda agama hanya berlaku terhadap pria atau perempuan musyrik arab (kaum Jahiliyyah) dan tidak berlaku kepada penganut agama lain. Sehingga kemudian, mereka menyimpulkan bahwa perkawinan beda agama dibolehkan dengan penganut agama manapun selama mereka tidak berprilaku seperti kelompok musyrik arab. kebolehan ini berlaku baik untuk pria muslim maupun untuk perempuan Muslim. Menurut kelompok ini, kalau pendekatan ithlaaqullafdzi digunakan dalam memaknai kata musyrikin dan musyrikaat, maka seharusnya, kalau mereka konsisten, perkawinan antara sesama penganut Islam pun bisa jadi ada yang diharamkan apabila salah satunya melakukan perbuatan syirik. Karena, prilaku syirik bisa menimpa siapa saja, termasuk juga mereka yang beragama Islam. Persoalan lainnya, sangat sulit mengidentifikasi seseorang musyrik atau tidak dan siapakah yang memiliki otoritas untuk menentukan kemusyrikan seseorang itu. Dengan argumentasi itu, maka kelompok ini meyakini betul bahwa pelarangan dalam ayat 221 surat al-Baqarah ini hanya ditujukan kepada kelompok musyrik arab, atau kalau mau diperluas dalam konteks masa kini, juga ditujukan kepada siapa saja yang memiliki karakter dan prilaku negatif persis seperti kelompok musyrik arab.
Kalau kemudian ada yang mengatakan bahwa surat al-Mumtahanah ayat 10 bermaksud melarang perempuan muslim menikah dengan pria non muslim, sesungguhnya larangan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah larangan menikah hanya kepada pria non muslim yang berasal dari komunitas kafir. Jadi ada dua kriteria pria non muslim yang tidak boleh dinikahi, yang pertama kafir dan kedua musyrik. Yang harus diingat Alquran sendiri membedakan antara kafir, musyrik dan ahli kitab, misalnya saja dalam surat al-Bayyinah ayat 6.
Dalam Alquran memang tidak pernah ditemukan teks yang menyatakan larangan atau kebolehan menikah dengan pria ahli kitab, tidak seperti untuk pria muslim yang di dalam alquran dibicarakan dalam surat al-Maidah ayat 5. Namun dengan pendekatan kaidah dalam urusan muamalat (perkawinan termasuk urusan muamalat dalam hukum Islam) bahwa, Al-ashlu fil asy’ya’i al-ibahah illa ma dalla ala tahrimihi, hukum asal dari segala sesuatu dalam persoalan muamalah adalah boleh hingga ditemukan dalil yang mengharamkannya. Dengan demikian, karena alquran tidak membicarakan hukum perkawinan perempuan muslim dengan ahlu kitab, dan alquran hanya melarang perempuan muslim menikah dengan pria musyrik arab, maka perempuan muslim boleh menikah beda agama dengan pria non muslim.
Maaf, mungkin agak sedikit membingungkan jika anda tidak terbiasa dengan istilah-istilah studi hukum Islam, bukan maksud saya menggurui tapi saya berharap anda juga tidak asing dengan istilah istilah hukum Islam yang saya kutip. Namun setidaknya dari apa yang saya sampaikan diatas dapat diambil sebuah kesimpulan, bahwa mengambil satu pendapat hukum bukanlah satu hal yang mudah dan masing-masing pendapat dibangun diatas kajian terhadap ayat quran tapi kemudian metodologi yang digunakan masing-masing berbeda sehingga melahirkan pendapat hukum yang berbeda pula.
Saya tidak ingin menggiring anda kepada satu pemahaman, namun saya persilahkan anda melihat sendiri bagaimana dinamika yang terjadi seputar hukum perkawinan beda agama, anda berhak memilih pandangan mana yang menurut anda paling kuat dan sesuai dengan keyakinan dan hati nurani anda. Saya hanya membantu anda memberikan pijakan hukum yang kuat atas pilihan yang mungkin nanti anda ambil. Setiap manusia berhak untuk memilih, namun yang lebih penting lagi, keberanian memilih harus dibarengi dengan kesiapan menerima seluruh konsekuensi yang muncul dari pilihan yang kita ambil, baik di hadapan manusia maupun di hadapan Tuhan!
Sumber dengan perubahan seperlunya dari sini

Ruth: Untukmu, yang Menyebut Tuhanku dengan Nama yang Berbeda

Diposting oleh nadiia di 02.51 0 komentar

January 19, 2011

Filed under: Uncategorized — IRIndonesia @ 1:50 am
Tags: ,
Oleh: Ruth (@ruth_rdk)
Dear Yogi Gagah Perdana, ini surat pertamaku untukmu. Aneh rasanya menjabarkan rasa lewat tulisan. Ya, mungkin karena kita terlalu sering bertatap muka, bersentuhan secara nyata. Namun aku pikir ada baiknya menulis surat untukmu, karena ada banyak hal yang tak cukup diungkapkan lewat suara. Semoga aksaraku mampu menyempurnakannya.
Kau tahu betapa bahagianya menjalani hidup denganmu? Bisa kukatakan 24 jam sehari tak akan pernah cukup mengurai waktu bersamamu. Aku suka mengamat-amati bahasa tubuhmu. Menatap matamu lekat-lekat saat kau bercerita tentang hidup dan semua mimpimu, mimpi kita. Dan kau tahu betapa manisnya dirimu saat berkutat dengan pekerjaanmu dan seolah tak mau diganggu? Ah, kau sensasi Ilahi paling nyata yang aku punya. Tak mungkin aku tak bersyukur memilikimu.
Dear Yogi, kita sama-sama tahu ada sekat yang terlalu pekat diantara kita. Sebelas purnama kita jalan sama-sama, tetap saja kita menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda. Tak pernah kusesali pertemuan kita. Justru aku bersyukur, Tuhanku dan Tuhanmu menyiapkan waktu terbaik untuk kita bertemu dan berbagi bahagia.
Kadang menyenangkan mencintai diatas beda. Aku mengartikan “Bismillah”-mu sebagai “Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus”; “Alhamdullilah”-mu sebagai “Puji Syukur pada Yesus”; dan “Assalamualaikum”-mu sebagai “Shallom, salam damai”. Aku suka caramu mengingatkanku agar tak absen ke gereja di hari Minggu. Dan betapa aku berterimakasih padamu sudah menemaniku melewatkan malam Natal di gereja. Hal yang mungkin bertentangan dengan imanmu, namun kau lakukan semua karena kau cinta aku. Yogi, saat kau menghadap qiblat, bersimpuh di atas sajadahmu, dan berseru pada Tuhanmu, sampaikan padaNya bahwa aku begitu mencintai salah satu umatNya, kamu.
Tak bisa kubayangkan suatu saat kita harus berpisah bukan karena kita tak lagi cinta. Sama saja seperti mengetahui hari dimana kau akan mati, sedang kau tak bisa berbuat apa-apa selain menunggu waktu itu tiba.
Aku pun tahu kita telah berusaha keras mencari cara agar tetap bersama. Namun sekeras apa kita mencoba, akan ada waktu dimana kita akan saling meninggalkan dan merelakan.
Tak perlu kujelaskan cintaku padamu, kau pasti tahu betapa besarnya itu. Aku pun yakin cintamu padaku sama besarnya. Namun cinta kita kepada sosok yang kita sebut Tuhan dengan nama berbeda, jauh lebih besar daripada itu. Pada akhirnya kita memang harus memilih untuk mengembalikan cinta yang kita punya kepada Dia Sang Pemberi cinta.
Yang dapat kita lakukan sekarang adalah menghargai waktu yang ada. Kita tak akan pernah tahu kapan bom waktu itu akan meledak. Bisa saja aku atau kamu yang terlebih dahulu meledakkannya. Namun aku tak mau terlalu memikirkan apa yang akan terjadi di depan. Itu hanya akan membuatku pesimis dan menyerah pada keadaan. Walau terkadang kita memang harus membuka mata terhadap hal yang kita sebut kenyataan. Kita bisa marah, tak terima, atau bahkan mengutuk Tuhan, namun ketika waktu itu tiba, yang bisa kita lakukan hanyalah merelakan.
Dear Yogi, terimakasih telah mencintaiku. Terimakasih telah mempercayakan hatimu padaku. Terimakasih telah mengajarkanku untuk berani memperjuangkan cinta. Saat aku mulai lelah, tolong ingatkan aku betapa kerasnya kita telah berjuang dan berkorban. Hanya itu yang mampu melambungkan semangatku ke atas awan dan kembali memperkuat harapan.
Hingga detik ini, hatiku tetap milikmu, hingga Tuhanku mengambilnya kembali.
Aku, yang mencintamu, tanpa melihat agamamu.
Ruth.
Sumber dari sini

Wali dua Iman

Diposting oleh nadiia di 02.49 0 komentar

Wali Dua Iman February 6, 2011

Filed under: Esai — IRIndonesia @ 8:08 pm
Tags:
Oleh: Husein Muhammad
Sore di awal Januari itu, saya benar-benar gelisah dan berharap dengan cemas. Saya akan menjadi orang penting dalam sebuah peristiwa sakral bernama perkawinan. Ya, saya gelisah, karena ini berbeda dengan yang sering saya lakukan selama ini; mengawinkan pasangan laki-laki dan perempuan yang berbeda agama. Ini pengalaman pertama dalam sejarah hidup saya.
Saya menyetujui peran itu atas permintaan seorang teman baik. Ia menyampaikan persoalan sulit yang sedang dihadapi dua temannya. Keduanya sudah menjalin cinta entah sejak kapan. Mereka sudah “kebelet” ingin melangkah membina cinta itu dalam sebuah pernikahan. Tetapi repotnya, mereka beda agama. Sebagaimana banyak terjadi di masyarakat, perkawinan model ini selalu menghadapi banyak persoalan, terutama dari pihak orangtua dan keluarga serta soal hukum.
Masing-masing pihak keluarga merasa khawatir keyakinan agama anaknya akan berubah atau berganti alias murtad. Pada umumnya orangtua calon mempelai hanya mau mengizinkan atau merestui pernikahan anaknya dengan syarat calon menantunya menganut agama anaknya. Keadaan ini juga berlaku bagi orangtua dan keluarga dua teman saya itu. Saya diberitahu, kedua orangtua mereka juga menolak perkawinan itu. Seperti pada umumnya dua orang yang sudah saling mencinta, mereka tetap bertekad ingin melangsungkan pernikahan, meski tanpa restu orangtuanya. Hal yang kemudian terjadi adalah orangtua calon mempelai perempuan tetap ragu kalau anaknya tidak akan dipaksa pindah agama, meski telah diyakinkan anaknya bahwa itu tidak akan pernah terjadi, masing-masing akan tetap dalam keyakinan agamanya.
Dari teman yang menghubungi, saya juga diberitahu bahwa perkawinan itu antara laki-laki muslim dan perempuan Nasrani. Mengetahui ini saya menjawab dengan gaya pesantren: kalau begitu, Insya Allah deh!. Saya sudah lama tahu para ulama Islam membolehkan perkawinan laki-laki muslim dengan perempuan “ahli kitab” dan tidak sebaliknya. Ahli Kitab adalah orang yang menganut agama samawi (langit), yaitu Nasrani dan Yahudi.
Meski begitu saya segera membuka kembali kitab fikih untuk memperbarui ingatan saya. Saya membaca al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu karya Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh ‘ala Madzâhib al-Arba’ah, karangan al-Jaziri dan Tafsir Rawai’ al-Bayân, tulisan Ali al-Shabuni, untuk menyebut beberapa saja yang mudah saya cari. Wahbah menulis, “Ulama sepakat atas bolehnya perkawinan laki-laki muslim dengan perempuan ‘ahli kitab’. Dasarnya adalah surah Al-Maidah, ayat 5. Beberapa orang sahabat Nabi menikahi perempuan ahli kitab. Contohnya, Utsman bin Affan menikahi Nailah bint al Farafishah yang Nasrani. Khudzaifah mengawini perempuan Yahudi”.
Memang ada perdebatan kecil mengenai ini. Sebagian mensyaratkan bahwa kebolehan tersebut hanya berlaku bagi penganut Yahudi atau Nasrani sebelum adanya pemalsuan (tahrif) atas kitab suci mereka. Tetapi Wahbah mengatakan: “yang terkuat adalah pendapat mayoritas ulama yang membolehkannya tanpa syarat, karena teks Al-Quran itu begitu jelas tanpa syarat”. Dalam banyak perbincangan soal ini, selalu muncul perdebatan: bukankah orang Kristen adalah musyrik karena mempertuhankan Yesus?. Ini kan dilarang Al-Quran (QS,2: 221)?. Mengenai ini, al-Jaziri, sesudah mengemukakan ayat al-Maidah, 5, mengatakan: “Ayat ini menunjukkan halalnya laki-laki muslim menikahi perempuan ahli kitab berdasarkan ‘nash’ (teks explisit), meskipun perempuan tersebut mengatakan, ‘Al-Masih (Isa) adalah ‘ilah (tuhan)’ atau ‘tsalitsu tsalatsah’ (salah satu dari tiga oknum), padahal itu musyrik, Allah membolehkannya karena mereka (perempuan) menganut agama langit dan mempunyai kitab suci”.
Ali al-Shabuni, mengutip al-Alusi, seorang ahli tafsir, menulis, “Hammad, pernah tanya kepada Ibrahim tentang perkawinan muslim dengan perempuan Yahudi atau Nasrani. Ibrahim menjawab, ‘Lâ ba’sa (tidak apa-apa). Bukankah Allah menegaskan, ‘Wa lâ tankihu al-musyrikât’?” debat Hammad. “Itu kan perempuan-perempuan Majusi (penyembah api) dan Watsani (penyembah berhala),” jawab Ibrahim.
Itu argumen teks. Yang menarik adalah argumen logika. Menurut Wahbah perkawinan itu boleh karena ada sejumlah persamaan prinsip antara dua agama itu; pengakuan akan Tuhan, keimanan kepada para utusan Tuhan, dan kepercayaan ada hari akhir termasuk pertanggungjawaban amal. Beberapa prinsip ajaran ini menurutnya pada umumnya dapat menjamin “istiqomah” (stabilnya) kehidupan perkawinan mereka.
Tetapi yang lebih menarik lagi adalah soal mengapa perkawinan itu hanya sah jika calon suaminya muslim, dan tidak sebaliknya. “Kalau calon suaminya ahli kitab,” kata Wahbah, “tentu akan sangat mengkhawatirkan agama isterinya kelak. Dia bisa ditarik mengikuti agama suami karena biasanya perempuan sangat mudah terpengaruh dan patuh saja.” Jawaban Wahbah ini saya kira memperlihatkan kecenderungan umum bahwa perempuan adalah makhluk emosional, lemah dan wajib tunduk pada suaminya, termasuk dalam soal keyakinan agama, keadaan yang berbeda dengan laki-laki. Ini konstruksi pikiran patriarkhi, kata saya dalam hati.
Begitulah, meski teks-teks kitab fikih tersebut jelas membolehkan model perkawinan tersebut, tetapi saya juga mengetahui bahwa Hukum Perkawinan Indonesia tidak membolehkannya. Saya tidak tahu persis bagaimana argumen teologisnya. Dua orang calon mempelai sebenarnya sudah menghubungi KUA agar dinikahkan, tetapi kepala KUA menolak karena UU No. 1/1974 dan KHI tidak membolehkan perkawinan model demikian. Ini tentu saja menyibukkan pikiran saya. “Wah, ini bisa melanggar hukum negara,” pikir saya. Saya lalu mencoba mendiskusikan hal ini dengan teman-teman dan calon mempelai. Mereka menjawab bahwa sesudah perkawinan secara agama, keduanya akan nikah lagi di kantor catatan sipil.
Dalam diam pikiran saya terus berdiskusi. “Jika mereka tak ada yang mau mengawinkan, bagaimana hidup mereka berdua kelak? Bisa gawat.” “Bagaimana mungkin negara bisa menghalangi keinginan dua orang yang sudah ingin hidup bersama dalam perkawinan hanya karena beda keyakinan agama, padahal Islam membolehkannya, dan keyakinan agama ada dalam hati masing-masing orang tanpa seorangpun bisa memaksanya?” “Apa yang salah dari perkawinan ini?”. Pikiran saya terus mengalir. Disaksikan banyak orang pernikahan itu kemudian berlangsung lancar. Keduanya juga sudah kawin di catatan sipil. Selamat. Semoga bahagia.
Sumber dari Majalah Syir’ah Edisi Februari 2005

Wali dua Iman

Diposting oleh nadiia di 02.49 0 komentar

Wali Dua Iman February 6, 2011

Filed under: Esai — IRIndonesia @ 8:08 pm
Tags:
Oleh: Husein Muhammad
Sore di awal Januari itu, saya benar-benar gelisah dan berharap dengan cemas. Saya akan menjadi orang penting dalam sebuah peristiwa sakral bernama perkawinan. Ya, saya gelisah, karena ini berbeda dengan yang sering saya lakukan selama ini; mengawinkan pasangan laki-laki dan perempuan yang berbeda agama. Ini pengalaman pertama dalam sejarah hidup saya.
Saya menyetujui peran itu atas permintaan seorang teman baik. Ia menyampaikan persoalan sulit yang sedang dihadapi dua temannya. Keduanya sudah menjalin cinta entah sejak kapan. Mereka sudah “kebelet” ingin melangkah membina cinta itu dalam sebuah pernikahan. Tetapi repotnya, mereka beda agama. Sebagaimana banyak terjadi di masyarakat, perkawinan model ini selalu menghadapi banyak persoalan, terutama dari pihak orangtua dan keluarga serta soal hukum.
Masing-masing pihak keluarga merasa khawatir keyakinan agama anaknya akan berubah atau berganti alias murtad. Pada umumnya orangtua calon mempelai hanya mau mengizinkan atau merestui pernikahan anaknya dengan syarat calon menantunya menganut agama anaknya. Keadaan ini juga berlaku bagi orangtua dan keluarga dua teman saya itu. Saya diberitahu, kedua orangtua mereka juga menolak perkawinan itu. Seperti pada umumnya dua orang yang sudah saling mencinta, mereka tetap bertekad ingin melangsungkan pernikahan, meski tanpa restu orangtuanya. Hal yang kemudian terjadi adalah orangtua calon mempelai perempuan tetap ragu kalau anaknya tidak akan dipaksa pindah agama, meski telah diyakinkan anaknya bahwa itu tidak akan pernah terjadi, masing-masing akan tetap dalam keyakinan agamanya.
Dari teman yang menghubungi, saya juga diberitahu bahwa perkawinan itu antara laki-laki muslim dan perempuan Nasrani. Mengetahui ini saya menjawab dengan gaya pesantren: kalau begitu, Insya Allah deh!. Saya sudah lama tahu para ulama Islam membolehkan perkawinan laki-laki muslim dengan perempuan “ahli kitab” dan tidak sebaliknya. Ahli Kitab adalah orang yang menganut agama samawi (langit), yaitu Nasrani dan Yahudi.
Meski begitu saya segera membuka kembali kitab fikih untuk memperbarui ingatan saya. Saya membaca al-Fiqh al-Islamy wa Adillatuhu karya Wahbah al-Zuhaili, al-Fiqh ‘ala Madzâhib al-Arba’ah, karangan al-Jaziri dan Tafsir Rawai’ al-Bayân, tulisan Ali al-Shabuni, untuk menyebut beberapa saja yang mudah saya cari. Wahbah menulis, “Ulama sepakat atas bolehnya perkawinan laki-laki muslim dengan perempuan ‘ahli kitab’. Dasarnya adalah surah Al-Maidah, ayat 5. Beberapa orang sahabat Nabi menikahi perempuan ahli kitab. Contohnya, Utsman bin Affan menikahi Nailah bint al Farafishah yang Nasrani. Khudzaifah mengawini perempuan Yahudi”.
Memang ada perdebatan kecil mengenai ini. Sebagian mensyaratkan bahwa kebolehan tersebut hanya berlaku bagi penganut Yahudi atau Nasrani sebelum adanya pemalsuan (tahrif) atas kitab suci mereka. Tetapi Wahbah mengatakan: “yang terkuat adalah pendapat mayoritas ulama yang membolehkannya tanpa syarat, karena teks Al-Quran itu begitu jelas tanpa syarat”. Dalam banyak perbincangan soal ini, selalu muncul perdebatan: bukankah orang Kristen adalah musyrik karena mempertuhankan Yesus?. Ini kan dilarang Al-Quran (QS,2: 221)?. Mengenai ini, al-Jaziri, sesudah mengemukakan ayat al-Maidah, 5, mengatakan: “Ayat ini menunjukkan halalnya laki-laki muslim menikahi perempuan ahli kitab berdasarkan ‘nash’ (teks explisit), meskipun perempuan tersebut mengatakan, ‘Al-Masih (Isa) adalah ‘ilah (tuhan)’ atau ‘tsalitsu tsalatsah’ (salah satu dari tiga oknum), padahal itu musyrik, Allah membolehkannya karena mereka (perempuan) menganut agama langit dan mempunyai kitab suci”.
Ali al-Shabuni, mengutip al-Alusi, seorang ahli tafsir, menulis, “Hammad, pernah tanya kepada Ibrahim tentang perkawinan muslim dengan perempuan Yahudi atau Nasrani. Ibrahim menjawab, ‘Lâ ba’sa (tidak apa-apa). Bukankah Allah menegaskan, ‘Wa lâ tankihu al-musyrikât’?” debat Hammad. “Itu kan perempuan-perempuan Majusi (penyembah api) dan Watsani (penyembah berhala),” jawab Ibrahim.
Itu argumen teks. Yang menarik adalah argumen logika. Menurut Wahbah perkawinan itu boleh karena ada sejumlah persamaan prinsip antara dua agama itu; pengakuan akan Tuhan, keimanan kepada para utusan Tuhan, dan kepercayaan ada hari akhir termasuk pertanggungjawaban amal. Beberapa prinsip ajaran ini menurutnya pada umumnya dapat menjamin “istiqomah” (stabilnya) kehidupan perkawinan mereka.
Tetapi yang lebih menarik lagi adalah soal mengapa perkawinan itu hanya sah jika calon suaminya muslim, dan tidak sebaliknya. “Kalau calon suaminya ahli kitab,” kata Wahbah, “tentu akan sangat mengkhawatirkan agama isterinya kelak. Dia bisa ditarik mengikuti agama suami karena biasanya perempuan sangat mudah terpengaruh dan patuh saja.” Jawaban Wahbah ini saya kira memperlihatkan kecenderungan umum bahwa perempuan adalah makhluk emosional, lemah dan wajib tunduk pada suaminya, termasuk dalam soal keyakinan agama, keadaan yang berbeda dengan laki-laki. Ini konstruksi pikiran patriarkhi, kata saya dalam hati.
Begitulah, meski teks-teks kitab fikih tersebut jelas membolehkan model perkawinan tersebut, tetapi saya juga mengetahui bahwa Hukum Perkawinan Indonesia tidak membolehkannya. Saya tidak tahu persis bagaimana argumen teologisnya. Dua orang calon mempelai sebenarnya sudah menghubungi KUA agar dinikahkan, tetapi kepala KUA menolak karena UU No. 1/1974 dan KHI tidak membolehkan perkawinan model demikian. Ini tentu saja menyibukkan pikiran saya. “Wah, ini bisa melanggar hukum negara,” pikir saya. Saya lalu mencoba mendiskusikan hal ini dengan teman-teman dan calon mempelai. Mereka menjawab bahwa sesudah perkawinan secara agama, keduanya akan nikah lagi di kantor catatan sipil.
Dalam diam pikiran saya terus berdiskusi. “Jika mereka tak ada yang mau mengawinkan, bagaimana hidup mereka berdua kelak? Bisa gawat.” “Bagaimana mungkin negara bisa menghalangi keinginan dua orang yang sudah ingin hidup bersama dalam perkawinan hanya karena beda keyakinan agama, padahal Islam membolehkannya, dan keyakinan agama ada dalam hati masing-masing orang tanpa seorangpun bisa memaksanya?” “Apa yang salah dari perkawinan ini?”. Pikiran saya terus mengalir. Disaksikan banyak orang pernikahan itu kemudian berlangsung lancar. Keduanya juga sudah kawin di catatan sipil. Selamat. Semoga bahagia.
Sumber dari Majalah Syir’ah Edisi Februari 2005

Satu rumah dua nakhkoda

Diposting oleh nadiia di 02.38 0 komentar

Satu Rumah Dua Agama February 15, 2011

Filed under: Uncategorized — IRIndonesia @ 12:34 pm
Tags:
Ronald Setiawan, 32 tahun, merasa bimbang sebulan belakangan ini. Sang putri, Nanda Widyawati, yang baru berusia 3 tahun sudah mulai kritis bertanya ini-itu kepadanya. “Termasuk mengenai saya yang selalu pergi ke gereja tiap Minggu,” kata Ronald ketika dihubungi melalui telepon selulernya pekan lalu.
Tak mengherankan jika Nanda bertanya-tanya mengenai kebiasaan Ronald ini karena sang bunda, Santi Meliawati, 30 tahun, tak pernah menemani Ronald ke gereja. “Saya dan istri memang berbeda keyakinan,” kata Ronald. Nanda pun, kata Ronald, semakin heran ketika Santi, istri Ronald, melakukan kewajiban salat setiap hari.
Psikolog Efriyani Djuwita berpendapat biasanya pasangan suami-istri telah membuat kesepakatan mengenai keyakinan anaknya kelak jika suami dan istri berbeda agama. “Semua harus dipersiapkan, pasangan suami-istri yang berbeda agama mesti memiliki planning mengenai anaknya nanti,” kata Efriyani.
Ada beberapa pilihan yang dapat diambil oleh pasangan suami-istri berbeda keyakinan. Pilihan pertama adalah dengan menyepakati anak akan mengikuti agama salah satu orang tua, agama ayah atau agama ibu. Pilihan ini lebih sederhana, namun dapat berdampak anak akan merasa bersalah pada waktu mendatang karena tidak mendalami agama yang lain. Sebab, anak tidak diperkenalkan kepada salah satu agama yang dianut ayah atau ibunya.
Selain itu, ada pilihan lain, yaitu dengan mengajari anak soal kedua agama yang dianut orang tuanya. “Dan kelak setelah dewasa, anak itu akan menentukan sendiri,” kata Efriyani. Tuntutan lingkungan pada saatnya akan memaksa anak untuk memilih salah satu agama.
Seiring dengan bertambahnya usia, pemilihan agama oleh anak itu merupakan proses yang berjalan secara alami. “Anak akan memilih agama mana yang lebih nyaman untuknya,” kata dosen di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia ini.
Namun Efriyani menyarankan jalan tengah dari kedua pilihan, yaitu dengan mengajarkan konsep Tuhan secara umum dengan penjelasan sederhana. Orang tua, kata wanita berkacamata ini, dapat mengajari anak mengenai alam semesta dan Tuhan sebagai penciptanya. “Ceritakan kepada anak bahwa Tuhanlah yang menciptakan papa, mama, dan adik,” kata Efriyani. Ini bisa diajarkan sejak anak berusia 2 tahun.
Jika anak telah mengerti konsep Tuhan, tahap selanjutnya yang dapat diajarkan kepadanya adalah mengenai komunikasi dengan Tuhan. “Misalnya katakan kepada anak, ‘Kalau adik mau ngobrol sama Tuhan, adik bisa ngobrol lewat salat’,” kata Efriyani.
Jika ini juga telah dimengerti oleh anak, orang tua bisa mengajarkan ritual agama, seperti pergi ke masjid atau gereja, merayakan Lebaran dan Natal, serta berzakat, kepada anak. “Ritual beragama ini dapat diajarkan ketika anak berusia 3 tahun,” katanya.
Satu hal penting yang harus diperhatikan orang tua adalah tidak menjelek-jelekkan salah satu agama kepada anak. “Akan lebih baik kalau ayah dan ibu saling menghargai agama masing-masing,” kata Efriyani.
Menghargai masing-masing agama memang penting dilakukan agar anak tidak bingung. Misalnya ketika ayah yang beragama Kristen memakan daging babi, sementara ibu tidak mau memakannya. Dalam kasus seperti ini, Efriyani menyarankan agar ayah tidak memakan daging babi di depan anaknya. “Karena akan menimbulkan kebingungan pada anak,” katanya.
Namun, Efriyani melanjutkan, dibandingkan dengan anak yang mengikuti satu agama ayah dan ibunya, ada hal positif yang terjadi pada anak yang tumbuh dalam keluarga berbeda agama. “Anak akan menjadi lebih kritis dan toleran,” kata ibu dua anak ini. Tapi hal ini tak akan terjadi tanpa dukungan orang tua.
Sumber dari sini.
IRIndonesia.wordpress.com

Berbeda itu Indah

Diposting oleh nadiia di 02.30 0 komentar

Pasangan Beda Keyakinan March 7, 2011

Filed under: Uncategorized — IRIndonesia @ 6:57 pm
Tags:
Oleh: Novheliea
Gue rasa di Negara tempat kelahiran gue inilah paling sering masalah perbedaan “keyakinan” diangkat menjadi satu topik yang nggak ada habisnya.
Apalagi masalah hubungan antara dua insan yang berbeda “keyakinan” yang seringkali menjadi benturan berarti. Bisa saja hal tersebut muncul dari keluarga atau ketika sepasang perempuan dan lelaki terbentur UU no.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang masih berlaku sampai saat ini yang tidak mengatur dan “menyulitkan” kelanjutan hubungan ke arah yang lebih serius yang disebut perkawinan. Terkadang solusi yang dicari adalah melangsungkan perkawinan di luar negeri (tapi kan hanya orang “mampu” yang bisa ke luar negeri) atau terkadang satu diantara pasangan tersebut memudarkan apa yang dikatakan “keyakinan” (yang di KTP disebut sebagai agama) dengan berpindah mengikuti “keyakinan” pasangannya. Padahal, bukankah “keyakinan” adalah hal yang prinsipil, makanya pasangan beda agama sering “bubar” karena alasan “beda prinsip”.
Berbagi pengalaman, gue juga pernah berpacaran dengan cowok-cowok yang berbeda “keyakinan” (tentunya di waktu yang berbeda, karena gue bukan tipe cewe yang menghalalkan seligkuh atau mendua alias make some relationships in the same time).
Gue yang dari lahir dan kini sangat yakin untuk memeluk Kristen Protestan sebagai “keyakinan” yang tak terpatahkan di hidup gue nggak terlalu menemukan kendala ketika punya pacar seorang muslim. Wong dari lahir gue hidup di tengah-tengah masyarakat mayoritas yang beragam Islam. Jadi, sedikit banyak gue tahu kebiasaan, hari besar, setidaknya hal-hal umum tentang agama besar di Indonesia itu. Toleransi yang gue lakukan pun lebih mudah. Bahkan, gue yang tak jarang ikut puasa di bulan “Ramadhan” atau di luar bulan ramadhan (karena “keyakinan” yang gue anut juga mengenal istilah “doa puasa”) pernah berpuasa sebulan penuh.
Punya pacar seorang muslim, bikin gue lebih bisa menunjukan toleransi dan kepedulian yang tinggi padanya. Dari mengingatkan sholat lima waktu, sholat jum’at sampai menganjurkan untuk Tahajud. Padahal jangankan untuk seorang pacar yang nota bene spesial itu, untuk seorang teman pun gue melakukan hal yang sama. Apalagi dengan mempelajari Hukum Islam sebanyak dua kali di Fakultas Hukum (coz, I’ve failed at the first class), gue semakin lebih mengenal agama yang mengagungkan Nabi Muhammad itu.
Mungkin karena Kristen dan Islam merupakan dua agama mayoritas sehingga antara keduanya lebih sering muncul “konflik” yang sebenarnya bukan berasal dari TUHANnya tetapi dari umatnya yang nggak faham karena seringkali konflik yang muncul karena “membela” TUHANnya padahal TUHANnya nggak butuh pengacara di dunia ini. Toh semuanya kembali kepada masing-masing individu mengenai apa yang diyakininya (dalam kata lain siapa TUHAN yang diyakininya), makanya agama seringkali diistilahkan sebagai “keyakinan” (religion). Hanya saja di Indonesia mungkin istilah agama itu muncul sebagai “keyakinan” yang diakui di Indonesia (kalo nggak salah, sekarang ada enam agama yang diakui karena zaman gue di bangku sekolahan cuma diakui lima agama), sedangkan agama yang “belum diakui” disebut “kepercayaan” atau sering juga disebut sebagai “aliran kepercayaan”, pemisahannya cukup kongkrit berikut ini –> di pasal 29 UUD 1945 ayat (2) disebutkan “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadah sesuai dengan agamamya dan kepercayaannya itu.”
Selain itu, walaupun hanya dalam waktu singkat, gue juga pernah menjalin hubungan dengan cowok Bali yang mengikuti nenek moyangnya beragama Hindu. Sedikitnya, pengetahuan gue bertambah mengenai suku yang masih mengenal kasta tersebut. “Om swastiastu” sapaan yang seringkali diucapkan seperti juga “Assalawamualaikum” oleh kaum muslim, pernah sangat akrab di telinga, gue malah suka banget kalo ketemu orang Bali biar bisa menyapanya hangat “Om swastiastu”. Gue juga jadi tahu tentang upacara potong gigi (cuma gue lupa apakah ini acara sakral orang Bali atau agama Hindu J.
Sedangkan toleransi yang ditunjukan para “mantan” gue tersebut pada gue as a Christian, nggak jauh beda dengan teman-teman beda agama lainnya. Dari pertanyaan rutin seminggu sekali “Sudah ke gereja belum?” atau sekedar ucapan Selamat di hari besar seperti Paskah dan Natal.
Tapi yang pasti, perbedaan antar kami nggak pernah menjadi bahan “konflik” atau sesuatu yang diributkan. Mungkin juga karena saat menjalin hubungan kami nggak berfikir ke arah yang terlalu “serius” atau seperti kalimat yang nggak jarang kita dengar, “jalanin aja dulu.”
Gambaran-gambaran di atas cuma contoh dari pengalaman gue saja. Mungkin karena gue bukan tipe orang yang dipusingkan dengan masalah perbedaan baik suku atau agama (dua hal ini yang paling dominan).
Banyak pasangan beda “keyakinan” yang awet alias rukun-rukun saja, kalo mau contoh gampang ya selebriti, misalnya Jamal Mirdad dan Lidya Kandau. Tapi ada juga contoh pasangan yang nggak direstui karena alasan yang sama, kalo mau pakai contoh selebriti lagi, Frans Mohede dan Amara.
Menurut gue sih, yang ditakuti ketika punya pasangan beda “keyakinan” kalaupun mentok harus pindah agama atau kawin beda agama bukan isi substansi dari agama yang diyakininya itu tetapi lebih pada orang tua yang biasanya menjadikan agama adalah bagian dari faktor keturunan alias agama turun temurun.
Menurut gue lagi, kalau agama adalah “keyakinan” pastinya nggak bakal luntur karena pasangan punya beda “keyakinan”. Kan yang namanya “keyakinan” kembali kepada yang meyakininya bukan kepada “keyakinan” orang di sekitar kita sekalipun itu orang tua atau kekasih.
Gue sendiri selain punya dua Alkitab dalam bahasa Indonesia milik gue pribadi, ada juga sebuah Al Qur’an yang tak jarang gue buka dan baca secara acak itu. Selain itu, adalah suatu hal yang mengasyikan buat gue ketika bangun pagi di kala sahur menemani pembantu di rumah yang beragama Islam untuk isi perut sebelum Imsak.
Gue juga bersyukur pernah bersekolah di Sekolah Negeri. Pendidikan Dasar (TK dan SD) di Sekolah Kristen dan Lingkungan keluarga Kristen cukup membuat gue yakin untuk menganut “keyakinan” tersebut dengan Pendidikan Agama Kristen yang gue terima. Dan saat mulai memasuki Sekolah Negeri (SMP dan SMU), gue nggak pernah keluar kelas saat pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam). Gue suka mendengar guru PAI selain menambah pengetahuan, tentu saja sebagai guru agama yang nggak jauh beda (mirip) guru PMP (Pendidikan Moral Pancasila) menanamkan nilai-nilai moral dan nasehat-nasehat kepada para muridnya. Bukankah substansi agama itu kan mengajarkan kebaikan dan kebajikan bagi pemeluknya?
Gue juga nggak jarang nonton acara televisi berbau Islami, yang bahkan teman gue sendiri yang muslim nggak tertarik buat nonton, kaya “Hidayah” dan “Kusebut NamaMu” karena yang gue ambil intisarinya (walaupun kadang-kadang ceritanya hiperbola). Pada pokoknya, gue tekankan lagi semua agama kan mengajarkan kebaikan dan kebajikan.
Coba perhatikan deh menjelang dan selama bulan puasa pasti banyak stasiun televisi yang menghadirkan sinetron Islami yang dikemas modern (yang biasanya ditayangkan tiap sore), yang menarik banyak jumlah pemirsa baik muslim atau pun non muslim. Soal ini, gue jadi bertanya lagi, sebenarnya yang membuat “penonton setia” serial bersambung bulan Ramadhan tersebut nilai-nilai keagamaan yang berusaha disampaikan sang penulis skenario atau kisah percintaan atau perebutan kekuasaan yang menjadi “bumbu” alur cerita dan klimaks tayangan tersebut?
Sedangkan untuk acara keagamaan Kristen sendiri gue jarang nonton, karena yang disajikan stasiun TV lokal kebanyakan versi kotbah baik siaran tunda atau live. Ada juga sih yang menyiarkan kesaksian yang dikemas dalam bentuk drama singkat yang alurnya “sangat pendek” tapi itu pun ditayangkan tengah malam (berapa persen manusia yang masih terjaga pada waktu penayangan membuat acara tersebut malah nggak maksimal menyampaikan pesan). Acara favorit gue sendiri (walopun tetap sering terlewat) “Hillsongs” dari Australia yang adanya di Family channel yang bisa didapat kalau kita berlangganan TV cable. Ya mungkin popularitas “agama” gue baru go public on TV pas menjelang natal doang, dimana sampai iklanpun pakai backsound “Jinggle Bells” .
Gue yang dibabtis di Gereja Kristen Indonesia (menurut gue ini hanya penamaan tempat saja, karena seringkali dedominasi gereja juga dijadikan perbedaan padahal apakah itu GKI, GBI atau HKBP dan sebagainya nggak beda dengan penamaan Mesjid At’tin dan Mesjid Istiqlal, hanya identitas saja karena semua orang bisa beribadah di sana), beribadah (mengikuti kebaktian) di mana saja yang dinamakan gereja (dari segi gedung), gue juga seringkali berdoa di gua Maria di kampus (yang fungsinya bagi umat Katolik nggak jauh beda” dengan Mushola buat umat Islam). Gue juga nggak keberatan ikut Misa agama Katolik. Gue juga waktu kecil bermain di lingkungan mesjid, karena posisi rumah gue sangat dekat mesjid. Bahkan waktu SMU sering juga menemani teman sholat ke Mushola Sekolah atau di tempat Bimbingan Belajar ngumpet bareng teman di Mushola untuk menghindari guru matematika, masuk Klenteng umat Kong Hu Cu pun gue pernah (ikut perayaan entah hari besar apa yang pasti waktu itu gue cuma ikut tetangga ke sana, namanya juga anak-anak). As we know, Pura sendiri di Bali bisa didatangi oleh semua turis beragama apa saja. Dan betapa senangnya ketika gue bisa masuk Cathedral dan Istiqlal, dua tempat ibadah besar di Jakarta, yang letaknya bertetangga itu.
Intinya, gue bersyukur karena di agama gue nggak ada larangan untuk masuk ke rumah ibadah agama apa pun (dan tidak melarang siapapun untuk masuk rumah ibadahnya yang in English dikenal as Church). Toh, di “Sekolah Minggu” (sebutan untuk ibadah bagi anak-anak yang Protestan, kalo umumnya sih disebut kebaktian) ada sebuah lagu yang populer, sepenggal syairnya berbunyi “gereja bukanlah gedungnya…”, karena sebenarnya gereja adalah umat Kristen itu sendiri.
Jadi kedamaian dari perbedaan prinsip yang diistilahkan “keyakinan” atau lebih agamawi-nya disebut “iman” itu adalah toleransi dan keteguhan pada “keyakinan” tanpa harus mencampuri atau mempengaruhi apalagi menghakimi orang lain. Kalau ada yang bilang perbedaan itu indah, itu betul kok (tergantung cara kita menyikapinya).
Dalam satu agama saja sering ada konflik, karena yang menciptakan konflik itu kan manusianya sendiri.
Makanya gue nggak pernah masalah dengan “keyakinan” calon suami gue nanti. Gue yakin, TUHAN akan memberikan yang terbaik buat gue. Walaupun karena suatu kejadian di lingkungan keluarga, gue jadi tahu masalah perbedaan “keyakinan” itu bukan muncul saat perkawinan saja tapi juga saat kematian. Ini bisa terjadi jika keluarga nggak rela anggotanya berpindah “keyakinan”.
Di Alkitab (tau dong, ini kitab sucinya siapa?), disebutkan dalam Ibrani 11:1 “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat”. Yup, gue rasa benar tidak ada satu pun dari kita yang pernah melihat TUHAN yang kita yakini, tapi tentu kita yang dianugrahi mata untuk melihat dan bisa saksikan bukti dari kebesaran dan kuasa TUHAN yang kita yakini itu. Makanya, orang di Negara yang punya Departemen Agama ini, kita mengistilahkan GOD for every person sebagai TUHAN Yang Maha Esa (seperti tertulis di Sila Pertama dasar Negara kita).
Berbicara soal iman, gue juga pernah membaca dalam Surat Al Baqarah 257, tertulis (terjemahannya) “Allah pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” Gue bukan ingin membahas ayat yang gue kutip dari Al Qur’an tersebut, namun gue cuma ingin menunjukkan kalau di sana dikatakan iman adalah cahaya. Maka, hendaknya keimanan seseorang yang diwujudkan dalam memilih keyakinan tertentu hendaknya dapat menerangi hati dan jalan kehidupannya seperti layaknya suatu cahaya (iman).
Seperti yang gue bilang di awal, kalau mau berbicara soal agama pasti nggak ada habisnya. Tunggu saja mungkin gue segera tulisan dari tema yang sama.
Last words, gue mau bilang perbedaan “keyakinan” bukan untuk dijadikan “perbedaan yang memisahkan” (negatif) tapi perbedaan yang indah alias “perbedaan yang mengharmoniskan” (positif). Setuju?
Sumber dari sini.
IRIndonesia.wordpress.com

Horor mode ON !

Diposting oleh nadiia di 02.20 0 komentar
Pengen share cerita horor ahh hehehe
Inilah sepuluh tempat paling menyeramkan yang melegenda di Jakarta!

RUMAH PONDOK INDAH
Lokasi: Jln. Metro Pondok Indah, Jak-Sel
Fenomena: Penampakan hantu bapak-bapak dan perempuan.
Sejarah: Masih ingat ramainya pembicaraan di akhir September 2002
tentang hilangnya seorang tukang nasi goreng di depan rumah kosong
ini?
Kejadian ini jadi menghebohkan karena di depan rumah tersebut hanya
tertinggal gerobak nasi gorengnya. Konon katanya, malam sebelum
hilang
tukang nasi goreng tersebut hendak mengantar nasi goreng yang
dipesan oleh seorang perempuan ke dalam rumah. Namun, ia tak pernah
keluar lagi.
Mengenai sejarah rumah itu, konon seisi keluarga pemilik rumah ini
tewas dalam peristiwa perampokan bermotif persaingan bisnis. Sejak
itu, banyak
orang yang lewat kerap melihat jelmaan hantu seperti hantu bapak-
bapak dan hantu perempuan. Namun, akhir-akhir ini sudah tidak banyak
kejadian
horor yang dilaporkan terjadi di rumah ini. Bahkan beberapa waktu
lalu, rumah ini sempat dijadikan tempat bermalam para tunawisma.
Testimonial: Sekitar tahun 2002, Nurdin (32), penjual gulai dan soto
di sekitar Pondok Indah, mengaku pernah melihat hantu yang
menyerupai
bapak-bapak hilir-mudik di halaman depan rumah ini.

TAMAN KOTA LANGSAT, MAYESTIK
Lokasi: Di belakang pasar burung Barito Jak-Sel.
Fenomena: Kuntilanak dan genderuwo
Sejarah: Taman Langsat ini sebenarnya merupakan fasilitas olah raga
dan bersantai yang cukup lengkap. Di dalamnya tumbuh pepohonan yang
asri.
Hanya saja, tidak banyak orang yang memanfaatkan fasilitas ini.
Karena sepi, taman kota ini pun menjadi angker, terutama pada malam
hari.
Konon pada malam hari, warga kerap melihat kuntilanak di pohon-pohon
di taman Langsat.
Testimonial: Kisah hantu dan orang-orang yang kesurupan bukan lagi
barang baru bagi Ibu Rahmat (34), penjual rokok di tepi taman
Langsat,
yang sudah 25 tahun membuka kios rokok tersebut. Suatu ketika, tamu
yang sedang kongkow di warungnya pernah pamit pada jam 1 pagi karena
mengaku melihat genderuwo. Setiap kali berjaga malam, Syamsuri (21),
Satpam yang telah bertugas selama 3 tahun di Taman Langsat, sering
mencium
bau-bau aneh dan mendengar suara-suara tertawa yang tak jelas
sumbernya.

RUMAH KENTANG PRAPANCA
Lokasi: Jln. Dharmawangsa 9, Jak-Sel, persis di sebelah salah satu
club terkemuka di daerah ini.
Fenomena: Hantu anak kecil
Sejarah: Konon, di rumah ini ada seorang anak kecil yang terjatuh ke
dalam kuali yang sedang digunakan untuk merebus kentang.
Apabila Anda sedang 'mujur' dan lewat di depan rumahnya, Anda dapat
mencium aroma kentang rebus dan mendengar suara anak kecil menangis.
Testimonial: Agip (24) sudah menjaga kios rokok di depan rumah ini
sejak tahun 1997. Agip mengaku sering mencium aroma kentang rebus,
terutama menjelang malam, meskipun rumah kosong ini sempat ramai
karena disewa oleh ekspatriat.

LINTASAN KERETA BINTARO
Lokasi: Bintaro, Jakarta Selatan
Fenomena: Makhluk menyeramkan korban tabrakan kereta
Sejarah: Pada 19 Oktober 1987, terjadi kecelakaan kereta yang
menewaskan ratusan orang di dekat Stasiun Sudimara, Bintaro.
Di lintasannya sendiri juga sudah berulang kali terjadi kecelakaan
yang memakan korban nyawa. Konon, lintasan ini dianggap angker
karena sering terdengar suara orang menangis dan menjerit.
Testimonial: Imam (31), teknisi rel yang bekerja sejak tahun 1996.
Ia pernah melihat makhluk yang wujudnya seperti orang berbalut
sarung hitam.
Meski kereta sudah bolak-balik lewat melindasnya, makhluk ini tak
mau pergi seperti sengaja meledek. Akhirnya di rel tersebut diadakan
pemotongan kerbau. Ia juga pernah bertemu makhluk serupa perempuan
Belanda di zaman kolonial, dan kuntilanak melintas di rel.

JEMBATAN ANCOL
Lokasi: Jembatan Ancol (eks jembatan goyang), Pantai Ancol, dan
daerah lain sekitar Ancol, Jak-Ut
Fenomena: Siti Ariah Si Manis Jembatan Ancol (populer dengan sebutan
Maryam setelah kisahnya diangkat ke layar kaca)
Sejarah: Pada 1995, seorang pelukis di Ancol didatangi seorang
perempuan yang meminta dilukis. Ketika pelukis baru menggambar
setengah bagian tubuhnya, perempuan itu menghilang. Warga percaya
bahwa perempuan itu adalah Si Manis Jembatan Ancol. Mitos ini
sudah dimulai puluhan tahun sebelumnya. Di tahun 60-an ketika daerah
Ancol masih berupa empang-empang, seorang pendayung perahu
pernah bertemu dengan Si Manis. Perempuan itu naik perahu malam-
malam ddan membayar pendayung tersebut dengan daun.
Keterangan ini didapat dari Kostan Simatupang (65), seorang
fotografer keliling di Ancol, teman dari pendayung perahu tadi.
Testimonial: Anshori (3, penjual rokok di dekat pintu keluar
Ancol, mengaku pernah melihat Siti Ariah dari dekat.
Ia membuka pertama kali kios rokoknya di sini pada 1990, tepatnya di
samping jembatan goyang. Saat itu malam Jumat,
Anshori sedang menunggui kiosnya, agak gerimis. Sekitar pukul 1
pagi, lewat seorang perempuan. Ketika sudah agak jauh,
perempuan itu berbalik arah menghampiri kios Anshori sembari
tersenyum. Anshori menyapa perempuan yang dikiranya
calon pembeli dagangannya itu. Jarak Anshori dengan perempuan itu
kira-kira 50 cm. Menurut Anshori, perempuan itu berwajah manis,
serta memakai kemeja kuning dan rok abu-abu. Setelah ditanya hendak
belanja apa, perempuan itu menghilang.
Meski tidak memakai pakaian serba putih, Anshori yakin perempuan itu
adalah Si Manis Jembatan Ancol. Semenjak kejadian itu,
Anshori merasa dagangannya kian laku dan rejekinya semakin lancar.

KLENDER
Lokasi: Klender, Jak-Tim
Fenomena: Makhluk korban kebakaran kerusuhan Mei 1998.
Sejarah: Saat kerusuhan Mei tahun 1998, ada salah satu pertokoan di
daerah Klender yang dijarah dan dibakar massa.
Kebakaran ini menyebabkan ratusan korban jiwa, di antaranya pegawai
pertokoan, pengunjung, dan para penjarah.
Usai kerusuhan tersebut, dilaporkan banyak kejadian aneh, misalnya,
segerombolan orang menyetop angkot di depan pertokoan,
ketika sudah jalan sekitar 100 meter, semua penumpang angkot
tersebut wajahnya berubah menjadi hangus. Semenjak pertokoan ini
dibangun dan ramai kembali di tahun 2000, sudah tidak banyak lagi
kejadian mistis di sekitarnya. Ini mungkin juga karena warga masih
menghormati dan memperingati hari berkabung setiap tanggal 14 Mei.
Namun demikian, menurut penuturan warga, jika Anda duduk sendiri
di sebelah booth telepon koin di halaman pertokoan pada malam Jumat
pukul 1 pagi, Anda akan ditemani oleh sosok lain di dekat Anda.
Dahulu, sekitar 15 jenazah korban kerusuhan sempat ditampung sebelum
dievakuasi di sekitar telepon umum tersebut.
Testimonial: Ali (21) warga asli Klender, pada 2002, bersama dua
orang sepupunya melakukan ghost-hunting di basement salah satu
pertokoan
di daerah Klender. Saat itu hari Rabu malam, ia membakar kemenyan
dan madat, serta membawa sesajen berupa kopi hitam.
Sekitar jam 2 pagi tercium bau daging terbakar yang sangat
menyengat. Tak berapa lama kemudian, muncullah dua sosok makhluk;
yang satu penuh darah di sekujur tubuhnya, yang satu lagi hangus
terbakar dengan tubuh yang tak lengkap.

TEROWONGAN CASABLANCA
Lokasi: Jln. Basuki Rachmat, Jak-Tim
Fenomena: Sosok menyeberang jalan, di antaranya nenek-nenek bersama
cucunya dan perempuan cantik.
Sejarah: Dibangun di atas tanah pekuburan, terowongan Casablanca
terbilang angker. Menurut beberapa warga Casablanca,
ketika pembongkaran kuburan tersebut, bahkan ada 1 jenazah yang
masih utuh. Dari terowongan Casablanca sampai kira-kira radius 40
meter
sesudahnya, banyak terjadi kecelakaan yang penyebabnya tidak masuk
akal. Biasanya karena pengendara motor atau mobil melihat sesosok
perempuan tiba-tiba menyeberang di hadapan kendaraannya, sehingga
pengemudi kendaraan tiba-tiba banting setir dan menabrak pembatas
jalan.
Menurut warga, ada baiknya ketika melewati terowongan ini, pengemudi
kendaraan membunyikan klakson untuk "menyapa" penghuni terowongan.
Akhir tahun 90-an, seorang laki-laki separuh baya ada yang
menggantung diri dengan spanduk di sini. Jadilah tempat ini semakin
angker.
Testimonial: Menurut Ibu Yati Mustofa (43), warga yang tinggal di
dekat terowongan Casablanca, warga kerap mendengar suara tangisan,
ketika sumber bunyi dihampiri, suara itu berpindah-pindah.

LUBANG BUAYA
Lokasi: Pondok Gede, Jak-Tim
Fenomena: Arwah korban G.30S dan aura penyiksaan yang masih terasa.
Sejarah: Pada 30 September 1965, ditemukan jenazah 6 brang jenderal
dan seorang letnan TNI dikubur di dalam sumur ini.
Di sebelah sumur tersebut, terdapat ruang yang 7 di dalamnya terisi
patung patung patung replika dan terdengar suara yang menceritakan
penyiksaan terhadap ketujuh pahlawan tadi. Di sebelah ruangan tadi
terdapat dua rumah lengkap dengan perabot asli. Rumah-rumah tadi
disebut
sebagai pos komando dan dapur umum pasukan PKI. Kemudian,
dibangunlah Monumen Pancasila Sakti untuk menghormati jasa ketujuh
pahlawan tadi.
Testimonial: Hartono (4, warga Lubang Buaya, sudah tak asing lagi
dengan cerita penampakan di sekitar lokasi museum dan sumur.
Dia banyak mempunyai teman yang bercerita pernah melihat sosok
kuntilanak bila melewati daerah Lubang Buaya di malam hari. Namun
dia tak pernah
menyaksikan sendiri. Seorang petugas penjaga loket Sumur Maut yang
tidak mau disebutkan namanya mengaku pernah mendengar suara derap
sepatu boots
seperti tentara yang sedang berbaris di suatu malam

TPU JERUK PURUT
Lokasi: Kelurahan Jeruk Purut, Jak-Sel
Fenomena: Pocong, tuyul, kuntilanak, kuntilanak-laki, and if you're
lucky , Pastur Kepala Buntung.

Sejarah: Pada tahun 1986, seorang penjaga makam TPU Jeruk Purut yang
sedang jaga malam melihat sesosok pastur tak berkepala melintas di
antara makam.
Pastur itu menenteng kepalanya sendiri dan di belakangnya, ikut
seekor anjing. Konon, pastur ini "salah pulang". Ia mencari-cari
makamnya yang sebenarnya
berada di unit Kristen TPU Tanah Kusir, sedangkan di TPU Jeruk Purut
hanya ada unit Islam. Sapri Saputra, penjaga makam yang melihat
pastur kepala buntung itu,
hingga kini masih menjaga makam dan dianggap kuncen atau orang yang
dituakan di TPU Jeruk Purut. Kesaksian Bapak Sapri ini kemudian
menyebar luas
se-Jakarta dan hingga kini "Sang Pastur Kepala Buntung" menjadi
legenda horor di Jeruk Purut. Konon, jika Anda ingin menemui pastur
legendaris ini,
Anda harus datang pada malam Jumat dengan jumlah ganjil (sendiri
atau bertiga).

Testimonial: Sejak kecil, Asmari (34), juniornya Bapak Sapri, telah
terbiasa tinggal di areal pemakaman Jeruk Purut. Ayahnya adalah
pegawai Pemda
yang bekerja di sana. Semenjak lulus SD (1986), Asmari menjadi
pengurus makam non-karyawan TPU Jeruk Purut mengikuti jejak ayahnya.
Menurut Asmari, pengalaman bertemu dengan makhluk-makhluk gaib
merupakan hal yang biasa baginya; mulai dari pocong, tuyul,
kuntilanak, kuntilanak laki, dan
lain-lain. Akan tetapi, hingga saat ini dia belum pernah bertemu
dengan Sang Pastur Kepala Buntung. "Yang paling jahil itu kuntilanak-
laki," tutur Asmari.
Ketika sedang ronda, Asmari pernah ditimpuki kerikil dari atas pohon
melinjo oleh makhluk ini. Tapi, dari semua pengalaman Asmari bertemu
dengan makhluk gaib,
yang paling menarik adalah ketika bertemu dengan tuyul. Pada suatu
hari menjelang malam di tahun 1986, Asmari hendak pulang ke rumah
bersama ayahnya.
Mereka melihat seorang anak kecil telanjang bulat berlarian di
antara makam sambil tertawa-tawa. Anak itu lalu berteriak meminta
uang pada Asmari.
Asmari heran karena anak itu tak dikenalnya, sementara ia mengenal
semua penduduk di kampung belakang Jeruk Purut. Dulu memang hanya
ada satu kampung
yang penduduknya tidak terlalu banyak. Ketika ditanya latar
belakangnya, anak kecil mi malah lari ke dalam keramat, sebuah rumah
makam tradisional Betawi.
Asmari mengikutinya hingga ke dalam keramat dan, bisa ditebak, anak
itu menghilang.

RS DI JALAN SALEMBA
Lokasi: RS di Jln. Salemba, Jak-Pus
Fenomena: Suster ngesot
Sejarah: Konon di sinilah asal-usul Suster Ngesot. Selai itu, banyak
juga kasus penampakan yang terjadi di bangunan rumah sakit yang
cukup tua ini.
Testimonial: Menurut petugas Secure Parking yang tidak mau
disebutkan namanya, setiap malam sekitar pukul 2 pagi, sering ada
yang mengetuk pos
pintu masuk yang terletak di dekat rumah duka. Namun ketika dicek,
tidak ada siapa-siapa. Di UGD sering terdengar bunyi orang main air,
ketika dicek
juga tidak ada siapa-siapa. Para satpam yang berjaga malam pernah
menemui sosok perempuan. Ketika melihat sosok ini, mereka seperti
tersihir
dan tidak bisa berteriak atau lari hingga perempuan ini lewat.
Back to top Go down





Kamis, 07 April 2011

Right or Wrong

Diposting oleh nadiia di 02.01 0 komentar

Didalam hati kalian pasti kalau sudah mendengar kata beda agama akan langsung terjurus pada keadaan perbedaan sebuah pemikiran atau batasan atau mungkin larangan kita untuk bisa berteman, memiliki pacar, atau bahkan menikah dengan seseorang yang berbeda agama dengan kita.

Disinilah letak kesalahan orang-orang indonesia yang memandang bahwa perbedaan itu membatasi atau bahkan melarang diri mereka untuk bergaul.

Mereka pasti memandang orang yang agamanya berbeda dengan kita adalah orang-orang asing, jangan didekati, atau bahkan tidak boleh kenal sama sekali.

Sebenarnya agama tidak melarang umatnya untuk bergaul dengan agama yang berbeda selama itu untuk kebaikan dan bukan untuk kejahatan. Lalu bagaimana dengan pernikahan beda agama ?

Memang agama melarang umatnya untuk menikah beda agama, tapi apa salah jika kedua orang yang saling mencintai walaupun beda agama tapi mereka tetap menikah ? Tuhan selalu adil terhadap semua umatnya, pasti ada makna yang tersirat didalam setiap larangannya.

Disini gua mau sedikit curhat masalah beda agama, (FYI : gua udah 3 kali punya pacar beda agama.)

- Apa saling mencintai dengan orang yang berbeda agama itu salah ?

- Siapa yang harus disalahkan ? Agama ? kami ? orang tua ? atau negara ?

- Percintaan beda agama itu bukan suatu hal kriminal yang harus dilarang.

- Percintaan beda agama juga bukan senjata untuk para orang tua membatasi anak mereka menentukan siapa yang harus mereka cintai.

Pesan saya buat yang sedang jatuh cinta atau sedang menjalani percintaan beda agama adalah :

- Jangan pernah takut buat sayang dengan mereka yang agamanya berbeda dengan kita, tapi justru jadikan itu sebagai spirit kalian untuk memperjuangkan cinta kalian.

- Terus jalani apa yang lo rasain, karna hati lebih jujur bicara daripada harus mendengarkan perkataan orang lain.

- Jangan berpikir kalau perbedaan agama adalah tembok besi besar yang membatasi kalian, kalau kalian saling sayang kenapa tidak diperjuangkan ?

- Hadapi semua dengan senyuman

Berikut ini sebuah lagu yang gua ciptain untuk seorang mantan gua yang waktu itu kami putus karena perbedaan agama :

Hey . . .
Would you wipe some tears on your face
And bring your smiley face back ?
Cause it’ll makes you seems brighter
Forget all the disparity’s
Let’s face the truth with smile

Hey . . .
Would you kiss me on the cheek
And pinch me affectionately ?
Cause it’ll makes you feel better
Forget all the difficulties
Let’s fight it back with smile

Bloomy feel when you’re around
Day’ll be long when you are here
There’s noone can’t take your place
Now you’re has gone faraway
Now I’m sick cause you’re not here

So tell your dad
That we have been love each other
So don’t tag a long our way
And tell your dad
The disparity’s is not a crime
And wealth is not a weapon to take we part

Back wishing you are back
We’ll sit under tree
And we carve our name for a treat

So tell your dad
That we have been love each other
So don’t tag a long our way
And tell your dad
The disparity’s is not a crime
And wealth is not a weapon to take we part
So tell your dad
I will always love you more
Event your dad want me die
And tell your dad
I leave you cause of my love

Sumber dari sini

By IRIndonesia.wordpress.com

Interfaith LOVE

Diposting oleh nadiia di 01.58 0 komentar

Cinta beda agama, antara aku dan dirinya..
Cinta beda agama, tak ragu saat memulainya…
Cinta beda agama, tak tahu salahkan siapa…
(Cinta Beda Agama, ciptaan Teguh, Deasy, Beno)

Tidak akan timbul asap jika tidak ada api. Kira-kira analogi inilah yang menyebabkan lagu di atas lahir dan populer di kalangan intern jurnal-jurnil 2005. Kisah dalam lagu ini adalah nyanyian jujur yang berkenaan langsung dengan kehidupan saya, kamu, kami, mereka, semua yang pernah mengalaminya. Tidak heran, ketika lagu ini dinyanyikan, kapanpun, dimanapun, lagu ini menang. Menang karena ia berhasil memaksa para pelantunnya untuk menghayati tiap kata yang terangkai pada lirik dengan sepenuh hati.

Jujur saja, saya jatuh cinta dengan lagu ini. Saya jatuh cinta menyanyikan lagu ini bersama jurnal-jurnil. Ternyata, banyak di antara kami yang mengalami fenomena ini, cinta beda agama.
Lucu, ironi, menyedihkan, menyebalkan, mem’bangsat’kan, semuanya bisa diwakili atau bisa timbul jika membicarakan masalah cinta beda agama.

Banyak yang menganggap cinta beda agama adalah masalah yang sangat krusial, cenderung prinsipil sehingga konflik yang ditimbulkan juga mendalam. Tapi, mengapa insan yang menjalani hal ini terus bermunculan? Seolah memancing sakit hati atau masalah sendiri dan tidak kapok?
Baiklah, saya curhat saja.

Bagi saya pribadi, dari jaman dahulu kala, saat batu masih menjadi kerikil, dan saat saya masih jadi malaikat di atas sana (ngok), saya tidak pernah mempermasalahkan pacaran atau cinta beda agama. Mengapa? Bukan karena saya menganggap pacaran itu tidak penting, bukan juga karena saya menyepelekan masalah agama.

Saya berpikir, apakah benar jodoh kita itu ditentukan oleh agama? Jika ada manusia yang mampu menjawabnya, mungkin dia menjawab berdasarkan penafsiran terhadap kitab agama. Lalu, bagaimana jika interpretasi dia terhadap kitab itu tidak sesuai dengan yang Tuhan maksudkan? Hehehe…jangan pada ngamuk dulu baca tulisan ini, udalah, santai aja, saya juga beragama kali, ga usah dibawa serius!

Maksud saya begini. Kita bicara contoh yang ekstrim ajalah, bayangkan sebuah situasi dimana kita bertemu dengan dua calon partner hidup. Yang satu memeluk agama sama dengan kita, yang satu lagi berbeda. Tapi ada permasalahan yang muncul. Si partner seagama sama sekali tidak memiliki kecocokan dengan kita, cenderung membuat batin tersiksa. Sedangkan, si partner beda agama adalah dia yang kita anggap bisa menjalani hidup bersama karena kesamaan visi atau kemampuan untuk saling menerima. Ingat, bicarakan kasus ini dalam konteks yang sempit, yaitu konteks contoh yang saya berikan. Apa yang harus kita lakukan? Jika kita memilih partner seagama, hidup tidak akan bahagia dan justru kita tidak mendapatkan hikmah atau tidak mampu memberikan apapun bagi kehidupan kita bersama si partner itu. Dosa juga kalo kerjaan tiap hari berantem dan blabla….

Kebalikannya, jika kita memilih partner beda agama, apa yang kita tuju dalam hidup kemungkinan bisa dilaksanakan bersama secara baik dan saling mengisi juga membantu. Tapi, dia berbeda agama dengan kita.

Hahahhaa….sulit bukan? Mungkin di antara kamu ada yang memilih cara, lebih baik tidak melakukan pendekatan sama sekali jika kamu tahu calon partner itu memeluk agama yang berbeda. Baik, itu juga bisa, lebih logis untuk mencegah masalah-masalah prinsipil yang timbul. Jalan itu jauh lebih baik daripada kamu tetap nekat menjalankan hubungan dengan partner beda agama padahal kamu tahu hal itu tidak mungkin terlaksana. Mengapa? Karena bagi kamu, pacaran beda agama itu masalah. Simpel? Memang. Jadi, kamu tidak ingin memancing suatu permasalahan yang bisa timbul. Kalau ternyata kamu tipe demikian, lalu tetap memutuskan pacaran walau beda agama, dan perasaan sayang yang tulus timbul, mau dibawa kemana hubungan kalian? Repot bukan?

Beda dengan saya, yang tidak mempermasalahkan agama ketika melihat calon partner dalam sebuah hubungan. Demikian juga bagi kamu yang tidak menganggap pacaran beda agama adalah masalah. Berarti siap dengan resiko yang ditanggung dan tahu harus melakukan usaha khusus untuk mengatasi perbedaan di antara kedua pihak. Betul?

Kalau diingat-ingat, saya hanya pernah menjalin hubungan seagama dengan satu orang. Yang lain? Beda agama, itupun tidak pernah jadi masalah yang krusial. Bohong deeengg!!! Sekali doang itu jadi masalah. Dan saya hanya tertawa, karena beda agama dijadikan alasan untuk menyudahi hubungan kami. Saya jelas tertawa karena setelah saya periksa KTP yang masa berlaku uda aktif jauh sebelum saya mengenal si mantan, toh, agama saya tercantum Kristen. Jadi logikanya, saat dia melakukan niatan untuk mendekati saya, saya memang seorang Kristiani (walaupun jarang ke gereja)

Yah, hikmahnya, saya menyimpulkan bahwa mantan saya itu kurang pintar membohongi saya agar bisa putus. Agama dijadikan excuse terakhir yang paling memungkinkan ia mencapai tujuannya. Hahahahaha….

Ternyata eh ternyata, I am not the only who has this deal. I’d rather not call it a problem, because for me, it is not a problem, not even a little bit problem in my life. Ya, ternyata teman-teman saya juga banyak yang mengalami kasus cinta beda agama, sebegitu dalamnya hingga mereka meluapkan ke dalam sebuah karya. Bagus bukan? Jadi inspirasi sebuah lagu yang menurut saya, musikalitasnya juga oke!

Lalu, bagaimana jika ternyata kamu adalah orang yang menganggap cinta beda agama itu masalah tapi kepincut sama orang yang beda agama? Hmmm….mungkin, saya cuma bisa bilang, itu masalah lo. Ya, habis mo gimana lagi? Bukannya jahat, tapi kan, itu masalah bagi lo, tapi sekarang ngalamin, yang tahu harus berbuat apa ya kamu sendiri. Mau lanjut, berarti anggaplah agama yang berbeda itu sebuah perbedaan selayaknya kamu adalah laki-laki dan perempuan, si kaya dan si miskin, si pintar dan si kurang pintar, si hitam dan si putih, si egois dan si penyabar. Segala sesuatu pasti ada solusi jika memang diniati.

Saya hanya yakin, jika memang agama itu baik seperti yang sudah terdogma, pasti tidak ada ajaran yang menganggap pemeluk agama lain adalah masalah dalam hidup. Bagi saya…
Bagi kalian? Terserah…

Sumber dari sini

By IRIndonesia.wordpress.com

Solusi Nikah Beda Agama = Paramadina ??

Diposting oleh nadiia di 01.35 0 komentar


Sore ini, temen satu kantor gw yang punya pacar beda agama cerita kalo dia udah nemuin solusi dari hubungan tanpa ujung karena beda agama yang dialami keduanya.. Solusinya bukan putus dan mencari pasangan yang seiman seperti opsi yang pernah gw saranin atau rencana pernikahan diam2nya dimana pada hari pertama mereka akan menikan secara agama yang dianut salah satu dan on the other day mereka gantian menikah secara agama yang satu lag demi menyenangkan orang tua masing2 ..but temen gw yang lembuttt bgt ini (sebenernya gw gak pernah nyangka kalo dia bisa senekad itu) bilang kalo mereka akan tetap menikah dengan keyakinan masing masing bukan diluar negeri kaya artis2t, tapi secara sipil di Yayasan Paramadina.. nah lo.. bukannya di Indonesia tidak diperbolehkan menikah beda agama sehingga bikin artis hengkang keluar negeri demi surat nikah yang sah?? tapi dari pada nyakitin temen gw dengan pertanyaan kritis gw akhirnya gw coba browsing dikompi gw yang setia nemenin gw berjam2 di sudut kantor gw ini ..yeah I am curious about Paramadina yang gw tau cuma sebagai universitas di Gatot Subroto yang suka gw lewatin kalo mau ke Blok M

Well setelah browsing2 dengan akses CBN yang cepet dikantor gw, akhirnya gw nemuin secuil info about Paramadina..ternyata Yayasan Paramadina ialah lembaga keagamaan (Islam) yang berkecimpung dalam kajian keagamaan dan sosial yang Didirikan oleh Prof Dr Nurcholish Madjid pada tahun 1986 di Jakarta, lembaga ini dinyatakan bertujuan sebagai lembaga pendidikan dan pencerahan umat dan bangsa

Setelah gw baca2 lebih jauh, gak ada yang aneh dari Yayasan ini, malahan ada satu doktrinnya yang gw suka dimana Dia menekankan pentingnya toleransi dalam umat antar agama yang berbeda yang dirampungkan dalam satu buku berjudul “Fiqih Lintas Agama”.Didalam buku itu juga dijelaskan tentang pernikahan antar agama yang bkin gw penasaran, apa ini menjadi dasar dari Yayasan ini untuk menikahkan pasangan beda agama??

Well setelah searching lebih jauh lagi akhirnya gw nemuin satu kutipan dari Guru Besar Hukum Perdata Universitas Indonesia Prof. Wahyono Darmabrata yang membahas pernikahan antar agama di Indonesia yang tidak disahkan secara hukum. Wahyono mengatakan bahwa ada empat cara yang biasa ditempuh pasangan beda prinsip seperti temen gw skarang, antara lain meminta penetapan pengadilan, perkawinan dilakukan menurut masing-masing agama, penundukan sementara pada salah satu hukum agama dan menikah di luar negeri.

Nah satu kutipan yang gw rasa ngejawab rasa penasaran gw adalah “Penundukan diri terhadap salah satu hukum agama mempelai mungkin lebih sering digunakan. Dalam agama Islam, diperbolehkan laki-laki Islam menikahi wanita non-Islam, yang termasuk ahlul kitab. Ayat Al-Quran inilah yang dipraktekkan sungguh oleh lembaga-lembaga seperti Paramadina, Wahid Institute, dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), bahkan diperluas jadi memperbolehkan kawin beda agama bagi wanita muslim

Wahyono juga memberikan contoh dimana Paramadina dikritik karena Kasus yang cukup terkenal yaitu perkawinan artis Deddy Corbuzier dan Kalina, pada awal 2005 lalu. Deddy yang Katolik dinikahkan secara Islam oleh penghulu pribadi yang dikenal sebagai tokoh dari Yayasan Paramadina

Hmm sekarang gw mulai dapat point-nya.. So mungkin kaya jalan yang ditempuh Deddy-Kalina, temen gw ini bakalan menikah secara Islam dulu di Paramadina ( knp gw bilang Islam: karna Paramadina ialah yayasan Islam dan dinikahkan oleh Penghulu) dengan catatan mereka akan tetap memeluk agama masing-masing setelah menikah yang cuma diperbolehkan di Paramadina DAN Yang Paling Penting Dapet Surat Nikah yang Sah Secara Agama (Islam) dan HukuM ..huh.. smart way, dari pada lama2 ngumpulin uang buat ke Singapura atau Australi mending ke Paramadina di Gatsu.. tapi yang bikin gw miris ialah gimana perasaan orang tua yang berharap banyak dari anak2nya?? gimana dengan status, pertumbuhan dan agama anak2 yang bakalan mereka lahirkan?? dan yang paling penting pertanggung jawaban kepada Tuhan?? well everyone has their own belief..Maybe they’ve ever thought about that, but maybe they just ignore that.. Huh


Apabila telah menemukan arti pengertian dari syariat kiamat pada era globalisasi sesuai Al Jaatsiyah (45) ayat 16,17,18, maka akan batal syariat islam pasca nabi Muhammad saw. wafat.
Dus perkawian nikah beda agama bagi yang telah mengenal Agama Allah sesuai An Nashr (110) ayat 1,2,3 setelah agama disisi Allah adalah islam kaffah dari dahulu sesuai Ali inran (3) ayat 19, Ali Imran (3) ayat 81,82,83,85, Al Maidah (5) ayat 3, al Hajja (22) ayat 78, Al baqarah (2) ayat 208, yang bersyariat kiamat akan bebas memilih jodo agama apapun mereka. Dan inilah hujjah Allah, hujjah Nabi Muhammad saw. dan hujjah kitab suci-Nya untuk era globalisasi agama.

Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembeharus Persepsi Tunggal Agama millennium ke-03 masehi.

By IRIndonesia.wordpress.com


 

Extra Ordinary Me Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea